Senang bisa berbagi di sini. Sesuai janjiku sebelumnya, hari ini aku mau bahas soal teknis yang mungkin kelihatan rumit tapi sebenarnya sangat membantu kalau kamu suka koleksi film atau video. Kita akan bedah FFmpeg . Buat yang belum tahu, ini adalah alat baris perintah (command line) yang sakti banget buat urusan konversi video. Aku akan pakai Windows PowerShell, jadi kalau kamu pakai Terminal Mac atau Linux, mungkin ada sedikit penyesuaian di penulisan tanda sambung barisnya. Berikut adalah tiga opsi judul untuk postingan kali ini: Tutorial FFmpeg: Cara Gabung Subtitle Tanpa Ribet Kupas Tuntas Command FFmpeg untuk Pemula Mengenal Mapping FFmpeg: Seni Menyusun File Video Gas Langsung ke Command Daripada banyak teori di awal, mending kamu lihat dulu bentuk asli "mantra" yang sering aku pakai di PowerShell. Anggap saja ini resep dasar untuk memasukkan subtitle ke dalam file video MKV tanpa merusak kualitas aslinya. PowerShell ffmpeg ` -i "nama file.mp4" ` -i ...
Halo, Guys! Selamat datang kembali di blogku. Aku mau cerita tentang hobi koleksi film yang belakangan ini makin menjadi-jadi. Sebenarnya, dari dulu aku sudah sering nyimpen film di laptop. Tapi ya gitu, cuma tumpukan folder yang isinya file-file tanpa tampilan yang menarik. Mau nonton pun harus buka folder sana sini. Nggak rapi dan kurang seru! Semua berubah setelah aku kenalan sama Jellyfin. Buat yang belum tahu, Jellyfin itu semacam server pribadi yang bikin koleksi film kita punya interface cantik, ada poster, sinopsis, dan bisa ditonton di mana aja. Feel-nya jadi kayak punya Netflix pribadi, deh! Gara-gara Jellyfin, aku jadi semangat banget nambah koleksi. Tapi ya itu, makin banyak film, makin besar juga masalahnya. Hard Disk Mulai Penuh dan Panggilan untuk 'Menguruskan' File Awalnya sih masih santai, tapi lama-lama si hard disk internal dan eksternal mulai teriak minta ampun. Angkanya sudah di zona bahaya, hahaha. Di titik ini, aku sadar: Nggak cukup cuma punya banyak fi...